News Update :

FPI Siap Hadapi 'Si Ateis' Tamrin Tamagola & Gerombolan Liberal

28 Juni 2013 21.47



Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab Asy-sayfi’i memuji Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar Munarman yang menyiram muka Tamrin Amal Tamagola lantaran sikapnya yang arogan, selalu memotong pembicaraan dan tak beretika dalam dialog.
(Link Download video)
 

Selain itu, Habib Rizieq juga mengungkapkan Tamrin kerap melontarkan hinaan terhadap gerakan Islam dan menyalahkan umat Islam di berbagai kesempatan.


“Jika saya mau rinci ada 1001 hinaan yang dilontarkannya terhadap gerakan Islam mau pun Bangsa Indonesia secara umum. Dalam dialog TV One pagi Jum'at 28 Juni 2013, H.Munarman, SH menyiramnya karena dia selalu memotong-motong pembicaraan dan terus mengalihkan pokok pembicaraan tanpa etika dialog. Lalu dengan kurang ajar dia menuding-nuding dengan tangan kiri ke muka H.Munarman, SH di depan TV yang ditonton jutaan orang,” ungkap Habib Rizieq melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Jum’at (28/6/2013).
Jika Si Atheis Thamrin dan gerombolan Liberalnya mau memperpanjang masalah dengan cara apa saja, silahkan! FPI selalu siap untuk menghadapi mereka kapan saja dan dimana saja! Allahu Akbar!

Ia menegaskan, FPI sepenuhnya mendukung sikap Munarman. Sebagai Ketua DPP FPI bidang Nahi Munkar tindakan tersebut sudah benar untuk mengajar orang agar beretika.


“Mengajar orang yang tidak beretika terkadang memang perlu siraman. Jadi, H.Munarman sudah benar!!! FPI sepenuhnya mendukung tindakan H.Munarman SH, apalagi beliau sebagai Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar, maka sudah sesuai tugasnya untuk Nahi Munkar,” imbuhnya.


Selain itu, Habib Rizieq juga menyatakan bahwa FPI siap menghadapi Tamrin Amal Tamagola dan kaum liberal jika ingin memperpanjang masalah tersebut.


“Jika Si Atheis Thamrin dan gerombolan Liberalnya mau memperpanjang masalah dengan cara apa saja, silahkan! FPI selalu siap untuk menghadapi mereka kapan saja dan dimana saja! Allahu Akbar!!!” tandasnya. [Ahmed Widad]/ voa-islam.com